Strategi pemasaran BISNIS rumahan

Strategi pemasaran BISNIS  rumahan

Memilih rumah sebagai “markas” usaha atau tempat memulai usaha sangat banyak dilakukan, khususnya oleh para ibu rumah tangga atau bahkan wanita karier yang ingin menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan kegiatannya sebagai ibu dan istri. Dari sisi biaya, ada banyak pengeluaran yang bisa dipangkas atau dihemat dengan berbisnis di rumah, seperti : uang sewa atau beli tempat usaha, transportasi, dan lain-lain.

Beberapa bisnis yang bisa dilakukan di rumah antara lain :Strategi pemasaran BISNIS  rumahan

Setiap bisnis memiliki pendekatan manajemen yang berbeda-beda dan mengingat banyaknya ragam bisnis yang bisa dilaksanakan di rumah, maka saya akan mencoba menyajikan secara umum, sederhana dan singkat mengenai berbagai kiat “logis” agar bisnis rumahan berhasil dalam jangka panjang :

  1. Tujuan dan konsep yang jelas

Perlu ditegaskan apakah tujuan bisnis ini sekedar untuk dilihat tetangga atau teman bahwa kita memiliki usaha (self-image), atau bisnis hanya sebagai sumber penghasilan tambahan, atau memang ingin bisnis ini bisa diwariskan, karena tujuan akan mempengaruhi konsep, dimana di dalamnya mencakup konsumen dari kalangan seperti apa yang kita harapkan (segmentasi), desain tempat (interior dan eksterior), cara pelayanan, harga yang ditetapkan, cara berpromosi, pemilihan lokasi, menu dan nama (merk produk atau usaha), dll.

  1. Produk atau jasa yang berkualitas

Meski disebut bisnis rumahan, sebaiknya jangan hanya asal berjualan, sehingga terkesan main-main. Perlu persiapan matang untuk menyajikan produk atau jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Apalagi jika kebanyakan pelanggan adalah tetangga, maka menjaga hubungan baik dengan mereka bisa ditempuh dengan memberikan produk atau jasa yang prima, agar tidak menjadi cemoohan di lingkungan tempat tinggal.

  1. Lokasi yang strategis

Jika lokasi rumah berada di pinggir jalan raya atau akses menuju rumah sangat mudah dan nyaman, hal ini akan menjadi nilai tambah bagi bisnis kita dan juga memudahkan  untuk memilih jenis bisnis yang hendak ditekuni.

Kalaupun lokasi rumah sangat terpencil dengan akses menuju lokasi sulit, ditambah dengan lingkungan tempat tinggal sepi, maka harus dipikir matang jenis bisnis apa yang ingin dilakukan di rumah.

  1. Harga yang wajar

Karena bisnis dijalankan di rumah, maka penetapan harga yang wajar menjadi mutlak, apalagi jika tetangga adalah konsumen utamanya. Harga yang terlalu mahal bisa menjadi bahan gunjingan di lingkungan tempat tinggal. Salah satu cara mengetahui harga yang pantas adalah dengan melakukan survey pasar, dengan tetap memperhatikan faktor biaya produksi atau perolehan.

  1. Promosi yang menawan

Percuma saja memiliki produk atau jasa yang bagus, namun orang tidak mengetahuinya. Itulah sebabnya promosi sangat diperlukan. Promosi tidak mahal, kok. Banyak cara atau media untuk memromosikan produk yang kita tawarkan, misalnya dengan beriklan di media yang tepat,  membagi voucher/diskon pada waktu tertentu (saat pembukaan, ulang tahun tempat usaha, hari istimewa tertentu, dll), spanduk/billboard, desain interior/eksterior tempat usaha, brosur, membagi sample produk, woro-woro di radio, facebook, twitter, atau blackberry, dll.

  1. Layanan  prima

Jika kelima faktor di atas sudah dipenuhi, maka tetap layanan prima wajib diperhatikan. Jangan mentang-mentang yang membeli adalah tetangga dekat, lalu layanan dinomorduakan. Layanan purna jual (after sales service) atau layanan antar (delivery service) bisa menjadi cara efektif untuk memberi kesan kepada konsumen, yang dampaknya akan dirasakan pada omset penjualan.

Keenam faktor di atas saling terkait atau dengan kata lain, kurang maksimal jika berdiri sendiri. Namun yang TERPENTING dari kesemua kiat di atas adalah DOA. Seberapa bagusnya strategi yang kita jalankan, jika Tuhan tidak menyertai bisnis kita, juga akan

sia-sia, bukan ?

Jadi tetap dekat dengan Tuhan, bagi saya adalah kunci utama keberhasilan suatu bisnis.

Karena orang yang dekat kepada Tuhan akan menjaga nama baiknya melalui cara melayani, kejujuran, kebersihan, kualitas, dll, sehingga konsumen pun merasa puas.

 

Teguh Prayogo

-     Business Coach World Vision Indonesia

-    Chief Service Officer SHALOM + Consultant

-    Penulis buku “31 Hari Sukses Meningkatkan Omzet Penjualan”

-    Member of Indonesia Marketing Indonesia (IMA) Jawa Timur

-    Tim Trainer SSC

Share via email
This entry was posted in article and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>